Tuesday, February 26, 2013
Heart failure
| English: Medical X-rays Congestive heart failure (Photo credit: Wikipedia) |
| English: This 28 year old woman presented with congestive heart failure secondary to her chronic hypertension, or high blood pressure. The enlarged cardiac silhouette on this AP x-ray is due to congestive heart failure due to the effects of chronic high blood pressure on the left ventricle. The heart then becomes enlarged, and fluid accumulates in the lungs known as pulmonary congestion. (Photo credit: Wikipedia) |
| Painting of a heart (anatomical, not "heart-shaped") (Photo credit: Wikipedia) |
thorax
| Chest radiograph showing soft tissue mass within the right hemothorax (Photo credit: Wikipedia) |
| Hemothorax (Photo credit: Pulmonary Pathology) |
| Radio : hémothorax (Photo credit: Fourrure) |
Labels:
Anatomy Pictures
PNEUMOTORAKS
PNEUMOTORAKS
DEFINISI
Pneumotoraks adalah adanya udara di dalam rongga pleura.
Pneumotoraks banyak terjadi pada penderita umur dewasa (40tahun ). Laki-laki lebih banyak dari pada
perempuan.
KLASIFIKASI
1.
Berdasarkan terjadinya.
a.
Artifisial
b.
Traumatik
c.
Spontan
2.
Berdasarkan lokasinya
a.
Pneumotoraks parietalis
b.
Pneumotoraks mediastinalis
c.
Pneumotoraks basalis
3.
Berdasarkan derajat kolaps
a.
Pneumotoraks totalis
b.
Pneumotoraks partialis
4.
Berdasarkan jenis fistel
a. Pneumotoraks
terbuka
Pneumotoraks dimana ada
hubungan terbuka antara rongga pleura dan bronchus yang merupakan dunia luar.
Dalam keadaan ini tekanan intra pleura sama dengan tekanan barometer (luar ).
Tekanan intra pleura disekitar nol (0 ) sesuai dengan gerakan pernapasan. Pada
waktu inspirasi tekanannya negatif dan pada waktu ekspirasi positif + 2 ekspirasi
- 2 inspirasi
b.
Pneumotoraks tertutup
Rongga pleura tertutup tidak
ada hubungan dengan dunia luar. Udara yang dulunya ada di rongga pleura
kemungkinan positif oleh karena diresorbsi dan tidak adanya hubungan lagi dengan
dunia luar, maka tekanan udara di rongga pleura menjadi negatif. Tetapi paru
belum mau berkembang penuh. Sehingga masih ada rongga pleura yang tampak
meskipun tekanannya sudah negatif - 4
ekspirasi
- 12 inspirasi
c.
Pneumotoraks ventil
Merupakan pneumotoraks yang
mempunyai tekanan positif berhubung adanya fistel di pleura viseralis yang
bersifat ventil.Udara melalui bronchus terus ke percabangannya dan menuju
kearah pleura yang terbuka. Pada waktu inspirasi udara masuk ke rongga pleura
dimana pada permulaan masih negatif. Pada waktu ekspirasi udara didalam rongga
pleura yang masuk itu tidak mau keluar melalui lubang yang terbuka tadi bahkan
udara ekspirasi yang mestinya dihembuskan keluar dapat masuk kedalam rongga
pleura, apabila ada obstruksi dibronchus bagian proksimal dari fistel tersebut.
Sehingga tekanan pleura makin lama makin meningkat sehubungan dengan
berulangnya pernapasan. Udara masuk rongga pleura pada waktu ekspirasi oleh
Karena udara ekspirasi mempunyai tekanan lebih tinggi dari rongga pleura,
lebih-lebih kalau penderita batuk-batuk, tekanan udara di bronchus lebih kuat
lagi dari ekspirasi biasa.
ETIOLOGI DAN PATHOGENESIS
·
Pada waktu inspirasi tekanan intra pleura
lebih negatif daripada tekanan intra bronchial, maka paru akan berkembang mengikuti
dinding thoraks sehingga udara dari luar dimana tekanannya nol (0) akan masuk
bronchus sampai ke alveoli.
·
Pada waktu ekspirasi dinding dada menekan
rongga dada sehingga tekanan intra pleura akan lebih tinggi dari tekanan di
alveolus ataupun di bronchus sehingga udara ditekan keluar melalui bronchus.
·
Tekanan intra bronchial meningkat apabila ada
tahanan jalan napas. Tekanan intra bronchial akan lebih meningkat lagi pada
waktu batuk,bersin, atau mengejan, pada keadaan ini glottis tertutup. Apabila
di bagian perifer dari bronchus atau alveolus ada bagian yang lemah maka akan
pecah atau terobek.
·
Pneumotoraks terjadi disebabkan adanya
kebocoran dibagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pecahnya pleura.
Robekan ini akan berhubungan dengan bronchus.
·
Pelebaran dari alveoli dan pecahnya
septa-septa alveoli yang kemudian membentuk suatu bula di dekat suatu daerah
proses non spesifik atau granulomatous fibrosis adalah salah satu sebab yang
sering terjadi pneumotoraks, dimana bula tersebut berhubungan dengan adanya
obstruksi emfisema.
·
Penyebab tersering adalah valve mekanisme di
distal dari bronchial yang ada keradangan atau jaringan parut.
Secara singkat penyebab terjadinya pneumotorak menurut
pendapat “ MACKLIN “ adalah sebagai berikut :
·
Alveoli disanggah oleh kapiler yang lemah dan
mudah robek, udara masuk ke arah jaringan peribronchovaskuler apabila alveoli
itu menjadi lebar dan tekanan didalam alveoli meningkat.
·
Apabila gerakan napas yang kuat, infeksi, dan
obstruksi endobronchial merupakan fakltor presipitasi yang memudahkan
terjadinya robekan.
Selanjutnya udara yang terbebas dari alveoli dapat
menggoyakan jaringan fibrosis di peribronchovaskuler kearah hilus, masuk
mediastinum dan menmyebabkan pneumotoraks atau pneumomediastinum.
Labels:
Keperawatan
Subscribe to:
Posts (Atom)